Kirim Pertanyaan ke ustadzah.com

Kirim Pertanyaan ke ustadzah.com

Bagi sahabat ustadzahku yang ingin berkonsultasi seputar masalah agama kepada Tim ustadzah.com, silahkan kirimkan melalui kolom komentar dibawah ini.

tim ustadzah.com in shaa Allah akan berusaha menjawab pertanyaan dari sahabat ustadzahku. 
pertanyaan yang menarik, in shaa Allah akan ditampilkan (diposting) melalui website dengan pengeditan kalimat yang lebih santun.

download juga aplikasi ustadzahku di playstore atau disini
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Download Aplikasi Cerdas Cermat Islami ==>Disini
Download Aplikasi untuk melatih kecepatan berhitung==> Disini

35 komentar:

  1. assalammu'alaikum. saya punya teman cowo' di kelas, selama satu tahun ini dia nggak pernah ngobrol dengan saya. tapi, akhir-akhir ini dia berusaha untuk deket dan lebih mengenal saya. aneh memang, apalagi dia bilang mau maen ke rumah saya dengan alasan silaturahmi supaya tahu dan mengenal orang tua saya. padahal saya menganggap dia sebagai teman saja dan tidak ada sesuatu yang spesial dengannya. bagaimana mengatakan ke dia tanpa menyakitinya? jazakumullahu khoiron calon S1

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum... Bagaimana bisa dosanya akan diampuni, seorang yang beragama Islam akan tetapi dari sesudah baligh ia tak pernah mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah Dan rasul, sedangkan ia selalu berbuat maksiat, semua maksiat ia lakukan, bahkan terutama meninggalkan sholat fardhu, durhaka kepada kedua orang tua, guru, memusuhi teman, berbuat zina, berbohong, menganiaya sesama Muslim, mencuri, sombong, angkuh, egois, menerlantarkan keluarganya, memfitnah seorang Muslim, memakan uang yang bukan hak, take pernah bertegur sapa dengan orang lain Dan tetangga. Bagaimana bisa orang seperti saya dapat dipercaya oleh orang lain, sedangkan saya selalu berbuat maksiat, orang orang sangat membenci saya bahkan ayah Dan adik saya pun membenci saya , tolong berikan solusi untuk saya ,bagaimana caranya agar saya dapat berubah 😭

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum wr.wb

    Ustadzah...
    Sy ade 27th, sy memiliki suami 42th
    Dan kami memiliki 1org putri usia 2thn
    Beberapa minggu lalu,sy bertemu masa lalu yg sudah 4tahun lbih sy hindari,masalalu yg bnar2 tdk gampang utk sy lupakan, 4thn yg lalu sy sangat mencintai dy,dan menyerahkan segalax hingga sy memiliki 1org anak yg sy singkirkan dri hidup sy, dy laki2 yg baik dan sbnarx mau bertanggungjawab tetapi belakangan sy tau klo dy memiliki istri dan 1org anak, akhirx sy memutuskan tdk memberitahux soal kehamilan ini,dan rasa sakit itu sy simpan seorg diri,itu krna sy benar2 mencintai dy,sy tdk ingin hidup rmh tanggax berantakan,jika sja sy tau dy sudah beristri,demi Allah sy tdk ingin mencintai dy,
    Sy memutuskan utk menikah dgn org lain yg skrg menjadi suami sy,
    Sy berfikir saat itu sy mualaf dlm keluarga hindu,sy hrus menikah seumur hidup dgn laki2 muslim dan secepatnya menyelamatkan agama sy,apa jadix jika sy menikah dgn seseorg dan hnya utk sementara,kmna kah sy kembali...

    Beberapa minggu lalu sy bertemu dgn dy dlm 1 trip ke 5 kota, ternyata dy masih penasaran apkah dy memiliki anak dgn sy atau tidak...
    Akhirnya sy ceritakan ke dy dengan derai air mata maaf sy..maafkan sy...
    Berkali2 seperti itu...
    Dan sampai saat ini pikiran ttg dy trus membayangi hidup sy...
    Sy mencintai laki2 yg bukan suami sy
    Padahal suami sy memberikan pengorbanan yg luar biasa blm tentu org lain bisa berikan...
    Sy tau rasa ini adalah dosa,tpi rasa ini terus membuat sepanjang mlm sy menangis
    There's a time when deep in my heart i'm still with him but i can't run from my commitment to the one who impressed me with his kindness.

    Mohon masukan utk sy
    Wassalam

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum, bagaimana apabila menunggu selesai haid dan bersuci ketika sudah terbit fajar, apakah wajib mengqodo salat subuh?

    ReplyDelete
  5. assalamu'alaikum ustadzah,nama saya evi saya berumur 20 th, saya ingin bertanya kepada ustadzah, saya ingin sekali hijrah dan belejar memperbaiki diri dan keimanan serta ketakwaan saya terhadap islam, tetapi saya bingung harus memulai dengan cara bagaimana.saya tidak tahu harus bagaimana untuk hijrah dengan cara yang bagaimana ? terima kasih ustadzah tolong dijawab ya ustadzah , assalamu'alaikum

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum ustadzah..
    Saya ingin bertanya
    Saya sudah menikah dengan duda beranak,nah anak anaknya itu yang mengurus adalah ibu dari suami saya karna saya sibuk kuliah. Tapi suami saya lebih mengutamakan nafkah pada ibunya dari pada kesaya. Bagaimana menyikapinya ustadzah? Terimakasih

    ReplyDelete
  7. Assalamualaikum ustadzah..
    Saya ingin bertanya, apakah hukumnya memakai perawatan tubuh atau skin care yang mengandung wine atau hasil fermentasi kotoran hewan (bukan babi)? terimakasih

    ReplyDelete
  8. Assalamualaikum ustadzah, saya mau bertanya seputar haid. Saat ini, saya bingung apakah saya haid atau tidak. Karena, ketika saya melihat (maaf) cd saya ada bercak hitam, setelah itu saya yakin saya lagi haid. Tapi sehari setelahnya, tidak ada lagi bercak tersebut di cd maupun pembalut. Saya jadi bingung dengan kondisi saya saat ini, apakah saya sedang haid? Jika tidak, bagaimana ibadah shalat yang saya tinggalkan? Terimakasih.

    ReplyDelete
  9. Assalamu'alaykum warahmatullah..
    Ijin bertanya, ustadzah..
    Saya sudah hampir 4 tahun berpacaran..
    Saat ini saya dan pacar sudah lulus S1 dan sama-sama sudah bekerja..
    Belum genap setahun memang kami bekerja, tapi kami sudah ada keinginan untuk menikah..
    Saya mengambil KPR rumah tapak dengan abntuan DP pinjam dari orang tua saya..
    Sejauh ini untuk cicilannya saya dan pacar yang membayar bersama..
    Belakangan, saya sering merasa gelisah karena tak kunjung mendapat kepastian kapan kami akan menikah..
    Hal tersebut dikarenakan kakak perempuannya baru akan menikah Syawal tahun ini..
    Saya mulai tidak nyaman dengan hubungan kami karena tahu pacarah adalah salah..
    Saya mulai meminta kepastian dari pacar saya namun tak kunjung ada jawaban karena alasan yang sudah saya sebutkan di atas..
    Rumah yang kami kredit saat ini dihuni oleh pacar saya, namun karena rumah tersebut atas nama saya maka tak jarang saya pun main kesana..
    Saya ingin hijrah, saya bingung dan gelisah..
    Bagaimana?
    Darimana saya harus memulainya?
    Saya mohon bantuan sarannya, apakah perasaan saya ini salah?
    Terima kasih

    Wassalamualaykum warahmatullah..

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Assalamu'alaikum dzah,saya mau minta pendapat, begini dulu sya sempat pacaran selama 5 tahun, sampai akhirnya sya memutuskan hijrah, saat itu pacar sya bilang niat menikah dg sya taun ini,,tp 6 bulan ini ad orang lain yg jg ingin menikahi sya, yg makin membuat bingung dua2nya meminta izin ortu sya, tp pacar sya yg dulu ngga pernah sholat, sdngkan orang yg baru sy kenal sholat 5 waktunya tdk pernah absen, sbnarnya hati sya memilih orang yg kedua tp setiap sy istikharoh sy memimpikan yg mantan sya trus, ini gmn ya dzah, sedangkan ortu sya lebih condong ke mantan sya..

    ReplyDelete
  12. Assalamu'alaikum ustadz
    Saya ingin tanya, teman saya sudah memiliki anak tapi pernikahan mereka belum sah menjadi suami istri mnurut pandangan islam, apakah teman saya bisa mnjalin hubungan dengn orang lain apakah ia akan mendapatkan karma bila seperti itu
    Tlong sarannya ustadz

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Assalamualaikum wr wb. Selamat siang. Saya mau tanya ttg hukun qhada puasa. Jika tahun lalu tidak berpuasa karena hamil dan khawatir akan kondisi janin bagaimana hukumnya? Sebab pendapat berbeda-beda. Antara membayar fidyah saja atau berpuasa dan fidyah. Untuk tahun ini belum sempat qhada puasa karena menyusui bagaimana hukumnya? Karena ini mendekati bulan ramadhan. Terima kasih sebelumnya atas penjelasan Ustadzah. Wassalamualaikum wr wb

    ReplyDelete
  15. Asslamualaikum ustadzah, saya baru mendalami al-quran. Saya mau bertanya di dalam surah al-a'raf di ceritakan bahwa adam dan hawa dulunya berasal dari surga begitupun iblis. Iblis di keluarkan oleh Allah SWT dari surga karena menolak perintah bersujud kpd adam oleh Allah SWT namun diceritakan pula bahwa iblis menggoda adam dan hawa untuk memakan buah terlarang. Nah saya bingung bagaimanakah cara iblis menggoda adam dan hawa yg sedang berada di surga sedangkan iblis sendiri telah diusir dari surga? Mohon penjelasannya ustadzah. Terimakasih sebelumnya. Wassalamualaikum wr wb

    ReplyDelete
  16. Assalamualaikum, ustadzah saya mau bertanya, orang tua saya kan berjualan nah diwaktu Ramadhan seperti sekarang berjualan jadi di mulai sore hari sampai dengan malam, sedang kan kita harus melaksanakan solat tarawih. Nah yg mau saya tanyakan saya sebagai anak,saya yg pergi solat tarawih atau orang tua saya? Terimakasih

    ReplyDelete
  17. assalamualaikum
    ustadzah saya ingin minta saran bagaimana cara saya menghadapi orang yang terus meneror saya. dia mengancam akan menyebarkan foto aib saya ke medsos jika saya tidak berhubungan intim dengan dia tentu saja itu tidak mungkin. saya seorang pelajar. mohon sarannya.terima kasih
    wassalamualaikum

    ReplyDelete
  18. Assalamualaikum ustasah saya mau brtanya bgmana cara untuk minta maaf sm orang sdh kita bohongi tpi kta malu dan takut secara lngsung mohon solusinya kr org trsebut tdk prnh sy temui hanya sya biasa lihat di medsos

    ReplyDelete
  19. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Ustad saya mau konsultasi, apa yang harus sy lakukan terhadap teman saya ini. saat ini saya masih kuliah dan tinggal di rmh kontrakan bersama dua orang teman saya. teman-teman saya itu suka mengeluh dan berkata kasar dan mereka juga suka ghibah. sebagai teman saya selalu menegur tetapi saya yang selalu disindir, bahkan saaya yang selalu kena imbas jika mereka sedang marah. saya tidak ingin membalas. saya hanya diam ketika mereka menyindir saya. saya selalu mencoba sabar dan mendiamkannya tetapi semakin sy diam semakin saya jadi makan hati. saya selalu menangis sendiri. saya sakit hati ustad, dan setiap sy sakit hati hanya zikir yang selalu saya lakukan untuk menenangkan hati saya sendiri. padahal saya selalu berbuat baik kepada mereka, saya tidak pernah menceritakan kejelekn mereka bahkan aibnya tetapi kenapa saya yang selalu menjadi bahan dari gosipan mereka... sy mungkin bukan orang yang baik tetapi saya ingin hijrah ustad. saya ingin berubah, saya ingin mencari teman-teman yang bisa membawa saya pada ketaatan kepada Allah dan mengajak saya selalu pada kebaikan. tetapi saya justru bertemu dengan orang-orang yang membuat saya harus selalu mengelus dada. apa yang harus saya lakukan ustad? apakah lebih baik saya pindah saja dari rumah itu? tetapi saya tidak enak hati untuk pindah, kalaupun pindah alasan apa yang harus saya katakan kepada mereka? apalagi mereka adalah teman dekat saya di kampus.

    mohon penjelasan nya ustad, saya harus bagaimana? karena saya sudah tidak tahan lagi tinggal di rumah itu ustad, apa yang sebaiknya saya lakukan? :'(
    atas jawabannya saya ucapkan terimakasih ustad.
    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    ReplyDelete
  20. Assalamualaikum ustadzah, saya ingin bertanya tentang hukum puasa tapi sahurnya kesiangan. Hari ini saya bangun jam 5, saya sadar kalau saya bangun kesiangan setelah melihat jam di hp. saya dengar ada suara iqamah dari masjid, lalu cepat cepat ambil makan dan segera sahur. hukum puasa saya sah/tidak? di artikel yang pernah saya baca, kasus yang mirip seperti saya ini puasanya tetap sah (bangun, lalu segera sahur, tiba tiba mendengar iqamah dari masjid, dan baru sadar kalau kesiangan/telat sahur). sedangkan saya dalam keadaan tau kalau saya kesiangan. bagaimana ustadzah??

    terimakasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum ustadzah,
      saya ingin bertanya tentang hukum puasa tapi sahurnya kesiangan. Hari ini saya bangun jam 5, saya sadar kalau saya bangun kesiangan setelah melihat jam di hp. saya dengar ada suara iqamah dari masjid, lalu cepat cepat ambil makan dan segera sahur. hukum puasa saya sah/tidak? di artikel yang pernah saya baca, kasus yang mirip seperti saya ini puasanya tetap sah (bangun, lalu segera sahur, tiba tiba mendengar iqamah dari masjid, dan baru sadar kalau kesiangan/telat sahur). sedangkan saya dalam keadaan tau kalau saya kesiangan. bagaimana ustadzah??

      mohon penjelasannya ustadzah.
      terimakasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

      Delete
  21. Assalamualaikum ustadzah..
    Sy mau cerita sedikit sebelum sy bertanya.. Sy anak ke 6 dari enam bersaudara..(3 laki2,3cewek)
    Sy dari kecil umur(5thn) sy telah mengalami pelecehan seksual dari kakak kandung sy(anak ke2),tetangga sy,dan jg sepupu sy,sy gak berani ngomong ke siapapun,termasuk mamah sy,sewaktu mamah sy masih hidup(sekarang udah almarhumah)kejadian itu terjadi berkali2,bahkan bukan hanya kekerasan seksual tapi juga kekerasan fisik yg dilakukan oleh kakak sy(anak pertama) bermain di luar rumah sj sy tdk boleh,mamah sy jarang dirumah karena sebagai tulang punggung keluarga(bapak sy sdh almarhum sejak sy umur 2thn),kejadian itu terjadi hampir setiap hari sampai sy lulus SD,setelah SMP sy memutuskan untuk meninggalkan rumah dan ikut dengan kakak sepupu sy(perempuan) sdh berkeluarga,sy berharap agar terhindar dari semua kekerasan yang telah sy alami,namun sy kg mendptkan kekerasan seksual dari(adik dari kakak sepupu sy) sampai sy memberontak memutuskan keluar dari rmh kakak sepupu sy,sy menceritakan semua ap yg telah menimpa sy,tapi seolah-olah keluarga sy menganggap sy berbohong,dengan sangat berat hati sy memutuskan kontak sementara dengan keluarga sy,sampai saatnya ada laki2 yg ingin menikahi sy dgn segala kekurangan sy(tapi laki2 itu sampai rela mau menjadi muallaf jika kakak pertama sy merestui) tapi apa jawaban kakak sy diluar jauh dari dugaan sy,
    Kakak sy mengharamkan air susu ibu sy untuk sy dan tdk mau menganggap sy sebagai adik kandungnya dan mengatakan sy bukan lagi anak dari kedua orang tua sy,dan tidak ada hak atas warisan yg ditinggalkan oleh kedua orang tua sy,dan juga mengharamkan sy menginjak kampung halaman sy..
    Padahal sy hanya meminta restu untuk menikah... Dlm sekejap sy hati sy hancur... Saat itu entah diperbolehkan atau tidak sy tetap menikah dengan memakai wali hakim dan sy sdh memiliki dua anak.. Karena kakak sy sudah tidak mau mengakui sy apalagi menjadi wali sy..
    Sy juga menjauhkan diri dari keluarga sy,
    Tapi di sisi lain sy sangat sedih jika lebaran melihat orang2 pd mudik berkumpul dgn keluarga tapi sy berlebaran hanya dgn keluarga kecilku sj karena keluarga suamiku non muslim..
    Pertanyaan sy..
    Dosakah sy menikah tanpa ada wali dari keluarga sy???

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum ustadzah, saya ingin bertanya.
    Saat saya sedang mengalami halangan di bulan puasa, lalu pada hari ke-7, saya hendak mandi wajib namun pada paginya masih terdapat flek2 coklat mudah, jadi saya putuskan untuk menunggu dan melihat pada sore harinya, apakah masih keluar flek2 atau tidak. Pada sore harinya, saya coba dengan menempelkan kapas di area miss V, lalu saya lihat kapasnya kering dan kadang2 ada seperti lendir berwarna putih2 gading. Jadi saya memutuskan untuk mandi wajib dan berpuasa esok harinya. Apakah tindakan saya itu benar? Dan apakah saya sudah suci? Mohon jawabannya ustadzaah.

    ReplyDelete
  23. Assalamualaikum.
    Saya mau bertanya seputar wanita. Pertanyaannya apakah boleh merias diri dan di perlihatkan di muka umum. Karena ia belum menikah.

    ReplyDelete
  24. Assalammu'alaikum Wr.Wb..
    sya mau bertanya Ustadzah kenapa setiap saya ingin melangkah ke jaln yang lebih serius, hampir setiap laki" yang saya kenal tdk tahu kenapa ustadzah meraka past akan menjauh.
    Pa yang harus saya lakukan ustadzah saya sudah ingin menikah agar jauh dari dosa ?
    Mhon jawabannya Ustadzah..

    ReplyDelete
  25. Assalamualaikum..
    Sya ingin bertanya apa yg seharusnya sya lakukan? Begini ustadzah Awalny sy tidak berjilbab lama2 sy brniat brjilbab walau hnya ketika bepergian jauh&kerja.lalu sy dekat dg seorang lelaki yg berkata ingin mnjalin hbubgan serius dan orang tua sya mngijinkan. Ada prbedaan golongan kluarga dia mta dan kluarga sy nu. Sjak saat itu dia slalu menasehati tentang brpakaian, brjilbab tp dg kata2 kasar dan memaksa ustadzah. Memang sya senang dia mnasehati. Berkat perkataannya skrng sy slalu brjilbab entah dirumah atau keluar. Tp yg tdk sy suka ustadzah dia kasar, marah2, sampai2 brkata tidak baik kpda sy. Sya akui pakaian yg sy pakai belum syar'i sprti kluargany tp stidaknya sy tdk brpakain ketat. Karna hl itu sya dicacimaki dg kta kasar. Sy hrus bgaimana mnghadapi kata2 dia ?

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Assalamu'alaikum ustadzah, ana wanita 21 tahun, ana mau bertanya, ana sudah wisuda tahun lalu, tapi sampai sekarang ana belum mendapatkan pekerjaan. Pada saat ini ana sedang dalam masa hijrah untuk memperbaiki diri ustdzah, ana sedang belajar banyak mengenai Islam. Mama ana tidak pernah mengomeli ana kenapa sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan, tapi ana tidak tahu bagaimana isi hati mama ana sebenernya. Ana juga hanya berserah diri kepada Allah tentang kapan ana akan mendapatkan pekerjaan. Ana tidak pilah-pilih pekerjaan, ana hanya mencari yg halal. Ana juga sangat berharap segera mendapatkan pekerjaan agar bisa membahagiakan mama ana. Jadi bagaimana ya ustadzah agar saya bisa cepat mendapatkan pekerjaan dan selalu istiqomah kepada Allah. Itu saja ustadzah. Wassalamu'alaikum.

    ReplyDelete
  28. Assalamualaikum Ustadzah...
    Saya wanita, nama Wini, usia 30 tahun sudah menikah, namun belum dikaruniai anak.
    Saya menikah 1.5tahun yang lalu dengan suami saya. Semenjak menikah, saya sedikit membutuhkan waktu untuk adaptasi dengan budaya keluarga suami saya. Saya memang mengenal suami saya ini sudah lama, beliau teman saya sejak masa sekolah dulu. Sedikit banyak saya sudah kenal keluarganya. Namun, setelah saya menikah, saya mendapati bahwa keluarga suami saya memang sangat membutuhkan dukungan dari suami saya dalam bentuk finansial.
    Setiap bulan, pasti ada minimal 1 kakaknya yang pinjam uang ke suami saya, pernah sampai 3-4 kakak2nya yang pinjam uang. Sering juga uang itu dikeluarkan dari saya, karena saya juga bekerja untuk membantu finansial rumah tangga kami. Memang suami saya termasuk keluarga besar. Saya memahami kondisi tersebut, hingga pada saat ini, yang menurut saya paling berat. Agar kebutuhan keluarganya tercukupi, suami saya harus menabung untuk merenovasi rumah kakaknya. Saya memahami hal itu, walau saya sempat berberat hati. Lalu, hal itu tidak hanya berhenti disitu, setiap bulannya suami saya harus membantu mencukupi kebutuhan sehari2 dari keluarga kakaknya dan juga ibunya. Saya tidak mengapa kalau suami saya memfokuskan untuk membantu keluarganya, dan saya seorang diri yang harus memikirkan kebutuhan rumah tangga kecil kami.
    Pertanyaan saya, bagaimana di Islam mengatur keuangan rumah tangga agar berjalan harmonis dengan keluarga baik dari pihak suami maupun istri. Lalu, saya mohon saran hal baik apa yang harus saya tempuh dalam menghadapi kondisi seperti ini, sementara saya merasa sendiri dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga ini.

    Terimakasih Ustadzah.
    Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  29. Assalamualaikum ustadzah .
    Saya endang (26) saya belum menikah saya mau bertanya ustadzah saya punya kekasih sudah punya istri tapi dia (kekasih) menikah tanpa buku nikah(nikah sirih),saya ingin serius kejenjang pernikahan dengan dia,tapi dia tidak ingin meninggalkan istrinya dia bilang ingin punya istri dua dan hidup bertiga dalam satu rumah,
    Saya tidak ingin merusak rumah tangga dia,, tapi saya sudah terlanjur cinta sama dia,, saya harus bagaimana ustadzah,,???
    Apa saya harus tinggalkan dia saya sangat bingung,, tolong di jawab ya ustadzah.... Terimakasih
    Wassalamu'alaikum...

    ReplyDelete
  30. Assalamualaikum ustadzah...
    Saya 43 th,menikah dgn suami sdh 10 th dan 2 org anak balita. Kami tdk berpacaran dulunya namun dikenalkan oleh saudara. Suami saya sangat baik, namun ia sering iseng sms ke laki2 yg lebih muda dan bbrp kali sering membuka content gay di internet. Pernah sy tanyakan alasannya adalah iseng saja. Bbrp kali kejadian tersebut berulang krn jujur saja sy sering membuka isi hp nya ..dan kami sering bertengkar krn ini... hidup saya jd gamang dan gelisah..masa iya sy punya pasangan spt ini. Sehingga sy spt memelihara rasa curiga. Setelah bertengkar biasanya dia akan baik kepada saya. Bagaimana saya bisa tenang ustadzah... wassalam

    ReplyDelete
  31. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Pak Ustadz, saya mw bertanya masalah tentang perceraian saya seorang istri  bagaimana hukumnya apabila seorang suami telah mengusir istrinya berkali2 u/ keluar dari rumah, mengatakan via sms kpd kakak saya bhw akan menceraikan saya krn tdk ada kecocokan dan mengucapkan akan mengurus perceraian kami ke PA apakah itu sudah jatuh talak ?

    ReplyDelete
  32. Assalamualaikum, ustadzah!
    Saya Salsa, dan usia saya baru 16 tahun. Akhir-akhir ini saya sering mengalami sleep paralysis atau tindihan saat tidur, lalu kejadian tersebut akan berulang-ulang. Tidak hanya itu saja, saya juga sering merasa seperti terganggu dan di untit, lebih tepatnya ketika malam hari seusai solat isya. Saya merasa selalu terganggu, ustadzah. Saya merasa tidak nyaman dengan suasana yang seperti ini, dimana setiap malam saya merasa takut untuk tidur karena tidak ingin lagi mengalami sleep paralysis, saya juga merasa takut dengan bunyi-bunyi yang aneh setiap malam. Kira-kira saya ini sebenarnya kenapa ya ustadzah? Dan apa pandangan Islam dalam hal seperti ini, apakah ini ada hubungan nya dengan kegiatan makhluk astral yang ada di sekitar saya?

    ReplyDelete
  33. Assalamualaikum..
    Mohon penjelasannya tentang ketidak nyamanan yg saya utarakan kpd suami,.
    Dan penyelesaiannya sep apa baiknya.
    1. Sy mulai keberatan ttg mertua & ipar(laki2) yg sering berkunjung, hampir tiap hari & pulang jm 11 malam.
    2. Keluarganya yg suka ikut campur, terutama ibunya, dlm sgla hal, meskipun SDH pindah rumah masih suka mendikte, sep saat syukuran rumah, beliau semua yg mengatur, tnp meminta pendapat sy.
    3. Tiap bulan suami sy memberi jatah bulanan kpd mertua, sy TDK keberatan. Sy hanya keberatan uang yg selain uang bulanan itu digunakan mertua u/ membantu keperluan ipar yg msh lajang. Sedangkan ipar sy itu SK sekali foya2 jln2 keluar kota dgn tmn2ny. Sedang keluarga kami harus berhmt, suami selalu detail menanyakan pengeluaran Uang Belnja (UB), smpe beli 2 ember @ 8ribu pun dipermasalahkan. Ketika UB TDK ckp suami Psti menyalahkan sy, pdhal sy TDK menggunakan u) keperluan pribadi sy (sep beli baju dll), suami sy pun pernah bilang klo UB TDK cukup sampe akhir bulan, itu resiko klo tidak makan. Sy berasa seperti pembantu yg klo rumah berantakan dikomplain, yg klo belanja ditanya detail apa SJ, seperti sy TDK punya hak untuk/ membelanjakannya. Sy pernah TDK mau menerima UB, biar suami yg pegang, biar Dy tau seperti apa pengeluaran Qt, tp Dy TDK mau.
    Sy tau suami sy pny kwjban ke org tua ny, & kwjibn sy trhdp suami sy.
    Tp apa harus sampe begitu?
    Pantas TDK ada yg mau tinggal dekat mertua.
    Mungkin cm sy saja yg mau.
    Sebelumnya sy ucapkan terimakasih u/ jwbnnya..
    Jika jawabannya lewat Yufid SMG bersedia memberi link nya kpd sy, Krn saya butuh sekali jawaban yg sesuai syariah.
    Terimakasih





    ReplyDelete
  34. Assalamualikum ustad mau tanya , apakah bayi hasil hubungan diluar nikah yang sudah meninggal bisa menjadi tabungan untuk orang tua nya kelak di akhirat ? Jika iya tabungan seperti apa ? Apakah dia akan menyiksa orang tua nya di akhirat kelak ?
    Mohon dijawab
    Terima kasih
    Wasalam

    ReplyDelete

Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan