Sejarah Perkembangan Ilmu Kalam

Agama islam tersebar dengan cepat, nilai nilai tauhid mulai diajarkan di setiap pelosok territorial islam, menggantikan faham-faham yang batil bersumber dari imajanasi ciptaan manusia sendiri. ataupun bersumber dari agama terdahulu yang telah diselewengkan. Pengaruh dari cahaya Islam sangat luas, Pengikut ajaran islam semakin bertambah luas, penganutnya semakin bertambah secara berlipat ganda. dan pemahaman masyarakat islam bercampur dengan tradisi dan adat istiadat setempat. Disamping itu pemikiran dan filsafat logika yunani mulai dipelajari dan digemari. maka untuk menjaga keaslian dan kelangsungan agama islam. disamping juga untuk mempertahankan keyakinan atas nilai-nilai tauhid dari serangan agama-agama lain. seperti yahudi dan nasrani, sera pengaruh pemikiran filsafat yunani, maka mucullah ahli hali ilmu kalam (teologi) yang disebut dengan "al-mutakallimun"

mereka mempertahankan dan membela ajaran islam dan prinsip-prinsip tauhid dari serangan berbagai pihak sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat pada waktu itu. aliran mu'tazilah walaupun banyak terpengaruh oleh filsafat dan logika yunani, mereka mempunyai jasa yang besar dalam mempertahankan agama islam dari serangan pemikiran kaum yahudi dan nasrani. kemudian muncul pula aliran Maturidiyah, Salafiyah, dan Asy'riah. Mulailah perpustakaan islam dipenuhi dengan kitab-kitab klasik tentang ilmu kalam seperti berjilid-jilid kitab karangan Qadhi Abdul Jabbar "al Mughni" dari kelompok mu'tazilah, seperangkat kitab dari aliran Asy'riah yang ditulis oleh ulama-ulama kenamaan seperti Abul hasan Asy'ari, Qadhi al Baqillani, Imam Haramain al-juwaini, Imam al Ghazali, Imam Fakhrurrazi yang lebih dikenal dengan Ar-razi dan lain sebagainya. dari kelompok salafiyah, kita dapat menelaah kitab-kitab karangan, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim dan dikemudian hari diteruskan oleh Imam Muhammad bin Abdil Wahhab (Pendiri aliran Wahhabiyah).

Disamping itu pula, kita dapat melihat hasil karya ahli-ahli filsafat Islam seperti karangan-karangan al-kindi, Ibnu Shina, Al-Farabi, Ibnu Rusydi, dan juga tulisan-tulisan dari ikhwan As shafa'. Akibat dari banyaknya jumlah kitab-kitab tersebut, banyak kaum muslimin baik awam maupun terpelajar yang mengkaji kitab -kitab tersebut, tidak dapat lagi membedakan antara prinsip-prinsip tauhid/aqidah berdasarkan Al-qur'an dan analisa-analisa ilmu kalam yang banyak memakai metode filsafat dan logika dalam mempertahankan nilai-nilai dasar tauhid tersebut dari serangan -serangan pemikir lain

Wallahu A'lam Bishshawab.

Sejarah islam, sejarah perkembangan islam, sejarah perkembangan islam indonesia, sejarah perkembangan islam didunia
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Download Aplikasi Cerdas Cermat Islami ==>Disini
Download Aplikasi untuk melatih kecepatan berhitung==> Disini

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan