Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan Musuh Besarnya

Muhammad SAW
Abdullah bin Ubay adalah tokoh munafik yang sangat keras. anaknya yang sudah masuk Islam merawatnya dengan penuh kasih sayang, karena itulah ajaran islam. menjelang kematiannya, Abdullah Bin Ubay memiliki sebuah permintaan kepada putra kesayangannya, Abdullah Bin Ubay meminta anaknya supaya Rasulullah berkenan  untuk menjenguknya.

Mengingat perilaku abdullah bin Ubay, salah seorang sahabat menganjurkan agar Rasulullah tidak mengabulkan permohonan Abdullah Bin Ubay.

akan tetapi, Rasulullah memiliki pandangan sendiri, dengan menggunakan pakaian yang rapi, Rasulullah begegas menjenguk Abdullah Bin Ubay. Ketika sampai di rumah Abdullah Bin Ubay, "Umar dibuat jengkel karena Abdullah Bin Ubay meminta Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melepaskan jubahnya untuk menyelimuti tubuhnya yang makin mendekati ajal. Nabi pun melepaskan jubah dan menyelimutkannya ke tubuh Abdullah Bin Ubay hingga ajal menjemputnya. Setelah itu, Umar Bin Khatab dengan perasaan kecewa berkata

"Ya Nabi, Engkau ini bagaimana? bukankah dia itu adalah musuhmu?"
Nabi pun menjawab, "Bukankah dia yang memusuhiku."

Kemudian umar berkata "alangkah beruntungnya dia dapat mati berselimut dengan jubahmu. Padahal, kami para sahabat belum tentu akan memperoleh nasib seperti itu."
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallah menjawab "Umar, janganlah engkau sempit pandangan. tidak bolehkah aku membuatnya senang sebentar sebelum ia mengalami siksa berkepanjangan di akhirat? jubahku tidak akan membuatnya selamat  dari azab Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Manusia hanya selamat dengan amalnya sendiri
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Download Aplikasi Cerdas Cermat Islami ==>Disini
Download Aplikasi untuk melatih kecepatan berhitung==> Disini