Sosok Wanita Shalehah Idaman Umat

perhiasan dunia
“Dunia itu perhiasan, sebaik-baik perhiasan yaitu wanita sholehah. ” (HR. Muslim)

Anas Ra juga menjelaskan, Rasulullah Saw, pernah bersabda : “Siapa saja yang sudah dikaruniai Allah wanita salehah bermakna dia sudah menolongnya dalam satu sisi agamanya. Oleh karenanya, sebaiknya ia bertaqwa pada Allah pada sisi yang satunya (amaliahnya sendiri) ”. Al-Hakim

 Shalehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Serta hasrat untuk jadi sosok wanita shalehah sebaiknya terpatri dalam diri tiap-tiap muslimah. Wanita mana sih yang tidak mau jadi sebaik-baik perhiasan di dunia ini? Lalu bagaimana ciri-ciri wanita shalehah dalam Islam?

Dalam Sebuah Firman Allah Subhanahu Wa Ta'la :

“Pria yaitu pemimpin dari kaum wanita lantaran Allah sudah melebihkan beberapa mereka atas beberapa yang lain serta lantaran mereka sudah menafkahkan beberapa harta mereka. Oleh karenanya, wanita yang salehah yaitu yang menaati Allah serta pelihara diri saat suami tak ada lantaran Allah sudah pelihara mereka” (QS. An-Nisa) : 3)

Dalam ayat tersebut di atas Allah Subhanahu Wa Ta'la mengambil keputusan bahwa salah satu ciri-ciri wanita salehah yaitu menaati Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Berarti wanita salehah cuma bakal memikirkan serta melakukan tindakan berdasar pada rambu-rambu dari Allah Swt. Ia bakal berusaha dengan serius serta sungguh-sungguh untuk melakukan Islam dengan cara kaffah (keseluruhnya) .

Islam juga sebagai ad-dien yang prima sudah mengambil keputusan rambu-rambu baik berbentuk hak serta keharusan untuk wanita berkenaan dengan posisinya juga sebagai anak, juga sebagai isteri serta juga sebagai ibu.

Dalam pandangan Islam juga sebagai seseorang anak, wanita memiliki hak untuk memperoleh nafkah yang halal, perlindungan, pengasuhan serta pendidikan yang paling baik dari orang tuanya. Ketika yang berbarengan anak juga berkewajiban berbakti pada orang tuanya lewat cara bergaul dengan makruf pada mereka, tak berkata kasar pada mereka, penuhi perintah mereka selama tak terkategori maksiyat.

Berkenaan posisi wanita juga sebagai isteri, dalam Islam isteri memiliki hak untuk memperoleh nafkah, perlindungan serta pergaulan yang baik dari suaminya, memiliki hak untuk didengarkan gagasannya. Di waktu yang berbarengan Islam mewajibkan isteri untuk berbakti serta patuh pada suami selama tak maksiat, harus menggauli pasangannya dengan baik serta penuh kasih sayang, pelihara rumah, diri serta harta suaminya.

Juga sebagai seseorang ibu jadi islam jadikan peran juga sebagai ibu serta Robbatul bait yaitu yang paling penting untuk wanita. Sabda Rasulullah saw : “Seorang wanita yaitu pengurus rumah tangga suaminya serta anak-anaknya, serta ia bakal disuruhi pertanggung jawaban atas kepengurusannya” (HR. Muslim)

Memanglah tidak bisa kita pungkiri, ibu bertindak utama dalam cetak generasi yang berkwalitas. Islam jadikan pelihara anak mulai sejak dalam kandungan, menyusui, pelihara, menjaga, mendidik anak jadi tanggung jawab ibu.

Islam juga mengatur peran umum wanita. Seseorang wanita yaitu sisi dari orang-orang serta bertanggung jawab berpasangan bersama laki-laki untukwujudkan dinamika k bermasyarakat yang khoir, yang memperoleh ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta'la yakni orang-orang yang mengaplikasikan syariat Islam yang bakal menyebarkan rahmat untuk semua alam. Seseorang muslimah berkewajiban untuk berdakwah, menyeru pada Islam, mengingatkan pada kebajikan. Dia juga tak bisa jadi sosok yang individualis serta egois, cuma mementingkan ego sendiri, minim empati serta tidak ingin lihat masalah orang lain. Sabda Nabi Muhammad SAW : ”orang-orang yang terbangun di kala pagi, namun tak perhatikan urusan kaum muslimin, jadi ia tidaklah kelompok mereka” (HR Ath-Thabari)

Islam sudah mengambil keputusan, seseorang muslimah mempunyai hak untuk mengemukakan pendapat, kritik serta anjuran pada kebijakan negara yang menyimpang dari syariat Islam. Oleh karenanya muslimah juga mesti cerdas politik Ia mesti tahu mana kebijakan yang salah serta bagaimanakah yang semestinya, terutama kebijakan atau ketentuan yang berkenaan dengan peran intinya yakni juga sebagai pencetak generasi serta pengatur rumah tangga. Islam membolehkan wanita terjun ke bidang umum untuk meningkatkan potensi maupun mengaktualisasikan dianya selama tak melakukan beberapa hal yang diharamkan Allah umpamanya buka aurat, berkhalwat, terlebih hingga meremehkan keharusan intinya yakni juga sebagai ibu serta pengatur rumah tangga.

Dengan hal tersebut sosok wanita shalehah yaitu sosok anak, isteri serta ibu yang patuh pada Allah, melindungi kehormatan diri serta keluarganya. Ia senantiasa intropeksi diri pada sosok muslimah hasil pendidikan NAbi Shallalhu A'laihi Wasallam. Ia mendedikasikan dianya untuk Allah serta rasul-Nya hingga tak gampang terprovokasi dengan ide-ide yang malah bakal menjauhkannya dari Allah bahkan juga menyesatkan manusia. Ia bakal berdaya manfaat untuk dianya, keluarganya, lingkungan sekitarnya serta untuk ummat. Ia yaitu sosok daiyah yang menyeru dianya, keluarga dan lingkungannya untuk ada dijalan Allah. Dia bakal kukuh pendirianserta istiqomah di jalan Allah walaupun apapun yang berlangsung, baginya keridhaan Alah di atas semuanya.

Memanglah jadi wanita salehah tidaklah gampang, terlebih di dalam serbuan nilai serta system jahiliyah moderen (baca Kapitalis, materialis) sekarang ini. Tetapi jadi sosok wanita salehah tidaklah hal yang tidak mungkin, tinggal bagaimanakah kita berusaha sungguh-sungguh agar bisa mewujudkannya. Mengusahakan sistem pembinaan untuk menempa diri jadi sosok wanita salehah yaitu hal yg tidak bisa ditunda-tunda untuk dikerjakan.

Pada intinya pembinaan kepribadian mesti memerhatikan dua segi. Pertama segi aqliyah (pola pikir), yang ke-2 segi nafsiyah (pola sikap) Cara-cara yang bisa kita kerjakan untuk tingkatkan kwalitas aqliyah kita salah satunya :

1. Ikuti kajian-kajian ke-Islaman yang membimbing kita agar bisa menaikkan pengetahuan kita perihal Islam baik perihal aqidah, hukum-hukum Islam berkenaan masalah individu sampai masalah orang-orang.

2. Rajin mengasah ide pemikiran kita dengan ikuti komunitas diskusi, seminar kajian workshop dan sebagainya, ataupun dengan perbanyak bacaan yang bisa menaikkan pengetahuan Islam kita maupun pengetahuan lain yg tidak bertentangan dengan aqidah Islam.

3. Selalu berlatih untuk menganalisa tiap-tiap permasalahan serta merampungkannya dalam pojok pandang Islam.

Mengenai langkah untuk tingkatkan kwalitas Nafsiyyah kita salah satunya :

1. Tingkatkan frekwensi serta kwalitas beribadah dalam rencana ketaatan terhadap perintah Allah Subhanahu Wa Ta'la, seperti perbanyak sholat serta shaum sunnah disamping terus kerjakan shalat harus, membaca Alquran, serta banyak bersedekah.

2. Memupuk rasa tawakkal pada Allah.

3. Memupuk kesabaran serta ikhlas pada qadha

4. Perbanyak dzikir serta istighfar pada Allah

5. Selalu telaten berlatih untuk ikhlas lantaran Allah Swt.

6. Istiqomah untuk menyeru di jalan Allah.

Dengan meningkatnya kwalitas aqliyah serta nafsiyah pada diri muslimah kita mengharapkan bisa jadi sosok wanita shalehah sebagai idaman umat, yang bakal jadi pencetak generasi yang berkwalitas dan menghantarkan umat pada kejayaan serta kemuliaan di dunia serta akhirat Insya Allah. Wahai beberapa muslimah, mari kita selekasnya berbarengan untuk mencapai ridho Allah serta berbarengan menapaki jalan menuju surga-Nya! Pasti tak ada yang lebih indah ditelinga beberapa kita terkecuali mendengar berita senang bahwa dianya, keluarganya, suaminya serta anak-anaknya ataupun keluarga ada disurga-Nya. 


Wallahu a’lam bishshawab

(source : dari berbagai sumber)
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Download Aplikasi Cerdas Cermat Islami ==>Disini
Download Aplikasi untuk melatih kecepatan berhitung==> Disini