insya Allah Ataukah In Shaa Allah, Mana Yang Betul?

melihat  banyaknya  saudara sesama muslim yang masih memperdebatkan masalah ini, maka kami coba mengulas kembali dari kajian lama. Pada mulanya penjelasan penggunaan kalimat yang tepat dikemukakan oleh Dr. Zakir Naik (entah benar atau tidak), pada gambar tersebut menjelaskan bahwa makna/arti dari insha Allah adalah “menciptakan Allah” (na’udzubillah). baiklah, sebelum kita menyalahkan atau membenarkan hal tersebut kita kaji terlebih dahulu.

menurut hemat kami, ada kesalah pahaman dalam dalam pemaknaan ini, namun kita terburu-buru membagikan pada wall, atau media sosial lainnya, tanpa melihat atau mengkajinya lebih jauh. sehingga menimbulkan perdebatan sesama muslim (baca : saudara kita seiman) (^_^)

Penjelasan yang disampaikan pada gambar tersebut merujuk pada bahasa inggris. Pada bahasa inggris huruf ﺵ diterjemahkan sebagai shin (dalam bahasa inggris/english). sedangkan dalam bahasa indonesia diterjemahkan sebagai huruf Syin. Kesimpulannya : pada huruf arab yang sama, terjemahannya adalah Shin untuk Bahasa Inggris dan Syin untuk bahasa indonesia

Dalam Bahasa Indonesia EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) karakter huruf “Sh” telah dipakai pada huruf Shad “ﺹ”

jadi, jika kita merujuk pada penterjemahan kata inggris, maka “in Shaa Allah” yang benar, sedangkan jika kita merujuk pada tata bahasa indonesia yang benar maka “in Syaa Allah” yang benar.

============================================================
namun masih ada salah satu masalah lagi,
pada umumnya di indonesia sendiri kebanyakan menggunakan kata “insya Allah” sesuai dengan EYD yang bermakna Jika Allah Menghendaki. “in” dan “Syaa” bergabung. dan kalau kita lihat terjemah Al-Qur'an maka EYD adalah insya Allah

kajiannnya :
sedangkan makna dari :   إنشاء الله              adalah   ====> Membuat Allah (Na’udzubillah). dua suku kata
                                 :     إن شاء الله           adalah  ====> Jika Allah Menghendaki 
 tiga suku kata : =         إن    +  شاء  الله

jika kita merujuk pada EYD, sudah lumrah bahwa ketika seseorang mengucapkan insya Allah bahwa yang dimaksud adalah “Jika Allah Menghendaki”meskipun secara arti per kata adalah salah

Jika kita merujuk secara arti perkata maka yang benar adalah in Shaa Allah (versi terjemah inggris) atau in Syaa Allah (versi terjemah indonesia)

menurut kami, mengingat EYD (ejaan Yang Selalu Disempurnakan (sesuai namanya bersifat terbuka terhadap penyempurnaan, terutama terhadap kata “serapan asing” maka sepatutnya kita menggunakan kata “in Shaa Allah (versi inggris) atau In Syaa Allah (tiga suku kata) (versi indonesia). mengingat EYD yang bersifat terbuka dan dapat dilakukan revisi,

Semoga Bermanfaat. tetap jaga ukhuwah, dan tidak boleh membuat keributan. ^_^

Footnote
Revisi EYD I pernah dilakukan pada tahun 1987
Revisi EYD II pernah dilakukan pada tahun 2009




Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Download Aplikasi Cerdas Cermat Islami ==>Disini
Download Aplikasi untuk melatih kecepatan berhitung==> Disini

2 komentar:

  1. Jangan gunakan shaad gunakan syaa, jangan ganti hurufnya hurufnya harus dibaca sesui kaidah bahasa arab bukan terjemahan bahasa inggris in syaa Allah ini yang benar.

    ReplyDelete
  2. Jangan gunakan shaad gunakan syaa, jangan ganti hurufnya hurufnya harus dibaca sesui kaidah bahasa arab bukan terjemahan bahasa inggris in syaa Allah ini yang benar.

    ReplyDelete

Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan