Meraih Malam Lailatul Qadr

"LAILATUL QADR" Meraih Malam Lailatul Qadr? Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.

Hamba Allah yang beriman yang amat begitu  mencintai Allah serta Rasul-Nya sudah barang tentu  sangat merindukan Lailatul Qodr. Lantaran malam itu begitu memiliki keutamaan yang sangat besar, malam "khairun min alfi syahrin" lebih utama dari 1000 bulan, atau juga selama 83 tahun 3 bulan, turunnya "tanazzulul Malaaikatu warruuhu" banyak banyak Malaikat yang diimami (pimpin) Malaikat Jibril atas ridha dan izin Allah.

serta malam itu "salaamun hiya hatta mathlail fajr" penuh kedamaian sampai akhir fajar, dapat dirasakan sekali ni'mat beribadah iktikaf di mesjid, rasa begitu dekat dengan Allah, air mata pun tidak dapat tertahankan lagi. Dari sebegitu istimewanya malam Lailatul Qadr dan kemudian Allah wahyukan surah Al Qadr terdiri dari atas 5 ayat.

peristiwanya malam malam ganjil di 10 hari pada akhir Ramadhan. Dari sayyidah Aisyah, Nabi Muhammad SAW telah bersabda, "Carilah Laitul Qadr di malam ganjil dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan" (HR Bukhari dan Muslim). 

Hal yang menandakannya, dalam malam itu amat begitu tenang penuh kedamaian hati, Nabi Muhammad SAW telah bersabda, "Malam lailatul qadar bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak terdapat angin, tidak bersinar bintang serta ketimbang alamat siangnya terbit matahari serta tiada cahaya padanya (suram)" (HR Muslim).

KIAT-KIAT MERAIH MALAM LAILATUL QADR

  1.  Benar benar mempunyai spirit antusiasme untuk menggapai dan mendapatkan Lailatul Qadr. 
  2. lurus hati dan niat tiada lain hanya berharap  ridha Allah. "Barang siapa melaksanakan ibadah pada malam lailatul qadar dengan didasari keimanan serta harapan untuk mendapatkan keridhaan Allah maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni" (HR Bukhari serta Muslim).  
  3. Beriktikad dan berjuang dengan sungguh-sungguh dalam keseriusan ibadah, "Sungguh dalam 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan Beliau di waktu lainnya" (HR Muslim), seperti puasa yang lebih murni dan jauh dari perilaku maksiat, membaca Alqur'an dengan memahami makna kandungannya, menunaikan ibadah shalat tarawih tanpa putus dan secara tumakninah. 
  4.  Melaksanakan yang difardhu-kan dalam Syariat Allah, dimisalkan zakat mal teruntuk golongan yang mampu dan berharta, sedangkan bagi muslimah adalah dengan taat menutup aurat (berhijab)
  5. Posisinya di masjid iktikaf sebagaimana Nabi Muhammad SAW iktikaf di masjid. Abu Said menyampaikan iktikaf Nabi Muhammad SAW di tempat ibadah 10 malam terakhir Ramadhan (pada waktu itu berlantaikan tanah serta tergenang air). Kata Abu Sa'id, “Aku memperhatikan pada kening Nabi Muhammad SAW terdapat bekas lumpur pada pagi hari Ramadhan” (HR Muslim).  
  6. Situasi kondisi terjaga pada kekhusyuan ibadah, air mata pun menetes tak dapat tertahankan sebab rindu pertemuan dengan-Nya, takut akan murka Allah, serta lantaran merasa begitu banyak memiliki dosa.  
  7. Bertekad kuat, bertekad bulat, berjanji untuk taubatan nashuha, tidak melakukan maksiat lagi, tidak melukai hati dan perasaan orang lain lagi.
  8. fardhu untuk meminta maaf kepada siapa sanak saudara maupun kawan dekat yang pernah dilkuai hati dan perasaanya. jangan sampai kesalahan tersebut tertumpuk dan menjadi sebab tertolaknya doa.
  9. Tiada rela waktunya berlalu sia sia melainkan memperbanyak dzikir, memohon ampun dengan istighfar, memperbanyak shalawat, menjaga kesucian wudhu serta menyenangi sedekah.
  10. memohon betul-betul, beriman serta penuh harap. Aku (Aisyah r.a.) berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu andai aku mendapatkan Lailatul Qadar? Doa apa saja yang harus aku baca?” Beliau bersabda, “Ucapkanlah: "Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Mulia, dan Engkau menyukai ampunan. Maka ampunilah aku” (HR Tirmidzi).
Pada Akhirnya, hanya Allah Yang Maha Mengetahui, bagikanlah sekiranya ini bermanfaat. jadilah jembatan akan sampainya banyak-banyak kebaikan.

Allahumma Ya Allah berilah ampunanmu akan seluruh dosa kami dari mulai aqil baliq sampai waktu dimana Engkau wafatkan kami, terimalah perbuatan baik dan ibadah kami, taubat kami, berkahi sisa sisa umur kami pada aktivitas Syariat serta Sunnah Nabi-Mu, karuniakanlah dalam diri kami kelebihan dan keutamaan Lailatul Qadr, serta wafatkan kami semua dalam husnul khatimah...aamiin, aamiin Allahumma Aamiin Ya Rabb.., aamiin Allahumma Aamiin Ya Rabb...
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Download Aplikasi Cerdas Cermat Islami ==>Disini
Download Aplikasi untuk melatih kecepatan berhitung==> Disini

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan